TDR One Team, Tak Sekadar Support Event Semata Tapi Mengajak Berbagi ke Sesama
portalautomotif.com, JAKARTA – Thailand Development Racing alias TDR Racing kembali mensupport event drag bike di gelaran Ancol Jakarta Supersport Championship (AJSC) seri ke-2 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Carnaval Ancol, pada tanggal 11 dan 12 Mei 2024 mendatang.
Jeffrey Williar, Manager TDR Racing mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan AJSC sejak lama, sebelumnya nama event tersebut adalah TDR Track Day. Jadi, kata Jeffrey, waktu itu event TDR Track Day digelar di Mandalika, di mana TDR mengundang para pehobi big bike.
“Mereka bisa bawa motornya melalui towing ke Mandalika duntuk kemudian dites di sirkuit Mandalika. Nah, untuk AJSC di 2024 ini merupakan kali kedua dan berkolaborasi dengan X-Ray,” papar Jeffery, saat dikonfirmasi portalautomotif.com, Kamis (04/04) kemarin.

Dia juga mengatakan, kedepannya akan ada Track Day seri berikutnya yang juga akan digelar di Mandalika. Jadi, katanya, buat teman-teman yang belum tahu, TDR memang men-setting sepekan sebelumnya di event Mandalika Racing Series (MRS).
“Jadi kegiatan yang disponsori oleh TDR itu, bisa dilakukan uji coba dan bahkan kita akan datangkan mekanik spesial dari ISS Jepang untuk men-setting motor di Mandalika Racing Series,” imbuhnya.
Kolaborasi solid antara Ancol, XRay, Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan TDR ini, tidak hanya menyajikan suguhan balap. Tapi juga patut diketahui bahwa Indonesia itu pusatnya di Jakarta, sementara di Jakarta masih ada beberapa area yang mengalami stunting (gizi buruk).
Jadi kalau boleh dibilang, kata Jeffrey, Jakarta Pusat dan sekitarnya itu masih ada yang mengalami stunting. Nah ini adalah permasalahan yang harus dibenahi bukan cuma bicara tentang roda maupun event. Tentang perbaikan gizi, TDR One Team akan mensupport di setiap Kelurahan, dan yang lebih penting adalah pembentukan development.

“Untuk itu, kita punya TDR one team yakni semacam program sosial. Kalau TDR bicara produk, sementara one team bicara people. Karena kita percaya dibalik produk itu selalu ada people. Kalau kita bica tentang kemiskinan, bagaimana kita memeranginya? tentu harus melalui pendidikan. Bagaimana kita mengatasi melalui pendidikan, kalau IQ standarnya sangat ‘jeblok’?” urai Jeffrey.
Melalui kegiatan ini, Jeffrey berharap jangan hanya meng-explore soal hiburan tapi dibalik itu juga perlu diketahui bahwa masih banyak orang yang memerlukan bantuan kemanusiaan.
“Nah, jadi kita gunakan event ini untuk mengajak masyarakat yang tertinggal. Kita perlu bergerak bersama, makanya kita punya slogan we move as one,” kata dia.
Jeffrey mengibaratkan sebuah sparepart, jikalau bersatu tentunya akan menciptakan sebuah produk yang menarik. “Harus bersinergi semuanya, coba kalau suspensinya doang bagus atau mesinnya doang bagus gak akan bisa jadi juara. Jadi semua harus bersinergi sehingga kita bisa menghasilkan yang terbaik dan tercepat. (SPR/ALN)
