Menanam Keyakinan di Ladang Masa Depan: Jejak Garda Oto dalam Tiga Dekade Perjalanan Penuh Arti
Portal Automotif, BATAM – Di sudut tenang Tua Bakau Serip, Batam, angin berbisik lembut di antara akar bakau yang mencengkeram erat bumi. Di sanalah, jejak langkah Garda Oto, seperti tetes hujan yang tak pernah lelah menyuburkan tanah, bertemu dengan semangat warga untuk menjaga alam dan harapan.
Tiga puluh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan panjang, seperti sungai yang mengalir melalui zaman, membawa serta nilai, komitmen, dan cinta dalam setiap tetesnya.

Di balik roda-roda yang berputar dan polis yang terbit setiap hari, ada semangat yang tak pernah padam: berbagi kebaikan, lintas waktu dan generasi.
“Kami ingin selalu berbagi, memberi manfaat baik dari generasi ke generasi, di mana pun kami berada,” ujar Laurentius Iwan Pranoto, Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra, dengan nada yang lebih menyerupai janji daripada sekadar pernyataan.

Komitmen itu kini menjelma menjadi wujud nyata lewat program keberlanjutan di Kampung Berseri Astra (KBA) Tua Bakau Serip. Kawasan ini tak hanya menjadi tempat wisata edukatif berbasis lingkungan, tetapi juga lambang dari tekad untuk merawat bumi, seolah Garda Oto menanamkan akar kepercayaan di tanah yang dijaga bersama.
Tak berhenti di situ, dalam perayaan tiga dekade kiprahnya, Garda Oto mengundang para penjaga kata dan cahaya para jurnalis dari seluruh penjuru negeri, untuk menuliskan kisah perjalanan ini dalam bentuk artikel dan foto.

Lomba bertajuk Apresiasi Pewarta Asuransi Astra 2025 itu mengangkat tema:
“Perjalanan Tiga Dekade Garda Oto: Dari Komitmen dan Inovasi Menjadi Kepercayaan Bangsa yang Penuh Arti.”
Berlangsung dari Juni hingga September 2025, lomba ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga ruang apresiasi bagi mereka yang telah ikut menjaga napas literasi dan edukasi keuangan di Indonesia.

Garda Oto tak hanya melindungi kendaraan, ia merawat rasa aman, menanamkan nilai, dan memupuk kepercayaan. Seperti pohon bakau yang tumbuh perlahan namun kokoh, perjalanannya menjelma menjadi pelindung bagi masa depan, bagi bumi, dan bagi bangsa. (STI/ALN)
