Tracker Tancap Gas di 2026, Outlet Perdana Bintaro Jadi Titik Balik Apparel Bikers Lokal
Portal Automotif, Jakarta — Minggu pagi di Bintaro tak lagi sekadar rutinitas santai. Deru mesin, aroma kopi, dan lautan jaket riding stylish menyatu dalam satu momentum: pembukaan outlet perdana Tracker Store di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Bukan sekadar toko, ini adalah deklarasi gaya hidup.
Brand biker wear lokal yang namanya sudah bergaung di kalangan anak motor ini akhirnya menancapkan bendera agresivitasnya di jantung komunitas otomotif selatan ibu kota.
Bintaro dipilih bukan tanpa alasan wilayah ini adalah “habitat alami” para riders, dari pelajar hingga pekerja kantoran yang menjadikan motor sebagai identitas, bukan sekadar alat transportasi.

Outlet ini hadir dengan konsep baru modern, terbuka, dan ramah komunitas. Sebuah “new home” bagi para pengendara yang ingin tampil presisi tanpa kehilangan karakter.
“Melalui Tracker Store Bintaro, kami ingin setiap rider mendapatkan gear yang nyaman sekaligus mencerminkan gaya personal mereka,” ujar Bryant Peter Budijanto, sosok di balik berdirinya Store Apparel ternama Tracker bersama Irwan Cipto.
Dari Teamwear Hingga Jaket Premium: Semua Ada, Semua Gaya
Masuk ke dalam toko, pengunjung seperti disambut parade identitas. Jersey teamwear dengan aura kompetitif, jaket riding eksklusif yang memancarkan dominasi, hingga apparel harian yang tetap ‘bernyawa’ biker. Semua dirancang untuk satu hal: performa dan penampilan.

Tracker menegaskan diri sebagai brand yang tidak sekadar menjual pakaian, tetapi menjual kepercayaan diri. Inovasi, kualitas, kenyamanan, dan trust menjadi fondasi yang membuat brand ini terus relevan.
“Tracker berfokus pada inovasi, quality, comfort, dan trust yang telah menjadi inspirasi banyak bikers dan anak muda pecinta motoran, khususnya di Jakarta,” tegas Bryant.
Harga? Jangan bayangkan angka yang bikin helm ikut pusing. Kaos premium dibanderol mulai Rp200 ribuan, sementara jaket riding eksklusif tersedia hingga kisaran Rp2 jutaan. Sebuah rentang harga yang terasa rasional untuk kualitas yang diklaim tak main-main.

Grand Opening Bertabur Influencer dan Komunitas
Grand opening terasa seperti mini festival otomotif. Influencer otomotif seperti Emak Gila, Dendi Malik (stunt rider), AKANG MV, Yodi Fit, hingga Harry Affandi Amanizar turut meramaikan suasana, bersama berbagai komunitas motor yang memadati lokasi.
Atmosfernya jelas: ini bukan sekadar pembukaan toko, ini perayaan solidaritas roda dua.
Irwan Cipto menambahkan bahwa konsep toko memang dirancang sebagai titik temu.
“Konsep toko kami buat modern dan ramah komunitas. Kami ingin Tracker Store Bintaro menjadi titik kumpul baru bagi komunitas motor di kawasan ini,” ungkap Irwan.

Strategi Besar di Balik Bintaro
Pemilihan Bintaro dinilai strategis akses mudah, pasar luas, dan denyut komunitas yang hidup. Dari pelajar yang baru merasakan euforia touring hingga pekerja yang menjadikan riding sebagai pelepas stres, semua punya ruang di sini.
Tak berhenti di Jakarta Selatan, Tracker sudah memasang radar ekspansi ke kota-kota besar seperti Jakarta lainnya, Yogyakarta, Bali, hingga Makassar. Ambisi mereka tak tanggung-tanggung: menjadi pilihan utama apparel riders Indonesia.
Memasuki 2026, Tracker mengusung kampanye berani bertajuk “Semua Harus Menggunakan Tracker.” Sebuah tagline yang terdengar provokatif, namun menjadi simbol keyakinan diri brand ini.

Menjelang Ramadan, manajemen juga membocorkan akan ada promo khusus bagi komunitas bikers detailnya masih dirahasiakan, namun dijanjikan tak akan mengecewakan.
Jika Bintaro adalah langkah pertama, maka 2026 tampaknya akan menjadi tahun di mana Tracker tak hanya hadir tetapi mendominasi.
Dan bagi para riders, mungkin pertanyaannya kini bukan lagi “pakai apa saat riding?”, melainkan: sudah pakai Tracker belum? (ALN)
