Porsche Taycan Turbo GT: Rekor Baru, Kursi Belakang? Untuk Apa?
Portal Automotif, STURTGART – Porsche tampaknya sangat serius dalam misinya menaklukkan sirkuit di berbagai belahan dunia.
Setelah Nürburgring, Shanghai, dan Laguna Seca, kini Taycan Turbo GT dengan Weissach Package mencetak rekor baru untuk mobil listrik di Interlagos, São Paulo. Satu demi satu sirkuit bertekuk lutut—seolah-olah rekor adalah makanan sehari-hari bagi Porsche.
Felipe Nasr, sang pembalap, mengaku terkesima. Bukan karena ia baru saja memenangkan 24 Hours of Daytona, tapi karena Taycan Turbo GT mampu berakselerasi hingga 272 km/jam dengan tambahan tenaga dari Attack Mode. Ya, karena sekadar tenaga listrik 1.100 PS saja belum cukup, mobil ini masih punya mode serangan seperti dalam video game.

Dengan ringan hati, Porsche juga mengorbankan kursi belakang demi mengejar power-to-weight ratio yang lebih baik. Kenyamanan? Ah, itu urusan belakangan. Yang penting, mobil ini bisa melaju lebih kencang dan stabil di setiap tikungan.
CEO Porsche Brazil, Peter Vogel, pun tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Kami ingin menunjukkan keunggulan Taycan terbaru tepat sebelum debutnya di Brasil,” ujarnya.
Karena tentu saja, tidak ada cara yang lebih efektif untuk mempromosikan mobil listrik selain dengan membuktikan bahwa ia bisa melaju secepat mungkin di lintasan balap.

Sementara itu, Taycan Turbo GT kini juga menjadi safety car Formula E, menggantikan Taycan Turbo S. Dengan dua versi—satu dengan Weissach Package, satu tanpa—mobil ini siap menjaga keamanan di setiap balapan.
Ironis? Mungkin. Sebab, mobil yang didesain untuk kecepatan luar biasa justru bertugas menjaga ketertiban di lintasan.
Rekor demi rekor terus dicetak. Nürburgring, Shanghai, Laguna Seca, dan kini Interlagos. Dengan tren ini, sepertinya hanya tinggal menunggu waktu sebelum Porsche mengumumkan rekor barunya di sirkuit lain—mungkin di Antartika, jika perlu. (AGS/ALN)
