Debut Sensasional di Dakar 2026, Julian Johan Tak Hanya Finis 5 Besar, Tapi Borong Penghargaan Bergengsi
Portal Automotif, ARAB SAUDI – Nama Julian Johan langsung melejit di panggung reli paling brutal di dunia. Pada debutnya di Rally Dakar 2026, pereli Indonesia ini tak sekadar menembus lima besar Dakar Classic, tetapi juga mencatatkan serangkaian prestasi prestisius yang diakui langsung oleh penyelenggara.
Bersama navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, Julian Johan sukses menuntaskan reli legendaris tersebut di peringkat kelima overall kategori Dakar Classic, mengungguli puluhan pereli dunia yang datang dengan pengalaman dan jam terbang tinggi.

Capaian ini menjadi tonggak bersejarah, baik bagi Julian Johan secara pribadi maupun bagi dunia reli Indonesia, mengingat Dakar dikenal sebagai ajang yang menguji batas fisik, mental, dan ketahanan kendaraan.
“Bisa menyelesaikan Dakar di peringkat kelima overall itu di luar ekspektasi. Target awal saya sederhana, yaitu finish. Kita tahu Dakar itu sangat berat, baik dari sisi medan, durasi, maupun jarak tempuh,” ujar Julian Johan, melalui keterangan resminya, Rabu (21/1).
Tak berhenti di situ, pereli yang akrab disapa Jeje ini juga tampil kompetitif di Kelas H.2 Dakar Classic. Setelah melewati 14 hari balapan dengan lintasan ekstrem, Jeje berhasil mengunci peringkat ketiga kelas H.2, kelas dengan keragaman mobil dan tingkat persaingan tinggi.

Medan Dakar Classic 2026 sendiri didominasi oleh gurun batu dan pasir, kondisi yang sangat menguras stamina sekaligus menjadi tantangan besar bagi pereli Indonesia yang tak terbiasa dengan karakter lintasan semacam ini.
“Medannya sangat menantang, bukan hanya fisik tapi juga kekuatan mobil. Gurun batu dan pasir itu tidak biasa untuk pereli Indonesia, jadi setiap hari kami memilih untuk tampil hati-hati,” tambah Jeje.
Prestasi Jeje semakin lengkap setelah ia dinobatkan sebagai juara kategori Iconic Classic, kategori khusus bagi pereli yang menggunakan mobil legendaris yang pernah berlaga di era Paris–Dakar.
Untuk kategori ini, Jeje mengandalkan Toyota Land Cruiser 100, mobil ikonik yang dipersiapkan oleh tim balap asal Prancis, Compagnie Saharienne. SUV legendaris tersebut diketahui merupakan unit eks pemenang Dakar milik Toyota Jepang pada awal 2000-an.

Menariknya, meski dipaksa bekerja keras di medan ekstrem, Land Cruiser 100 tampil nyaris tanpa cela sepanjang reli.
“Alhamdulillah, LC100 tidak mengalami masalah berarti dari awal sampai akhir. Setiap hari kami bisa mencapai garis finis dengan kondisi mobil tetap sehat. Kerusakan hanya sebatas baret di bodi dan bumper,” jelasnya.
Dengan torehan peringkat lima overall, podium kelas H.2, dan juara Iconic Classic, debut Julian Johan di Dakar 2026 langsung menempatkannya sebagai salah satu pereli Indonesia paling menjanjikan di kancah reli dunia.
Jeje pun menutup perjalanannya di Dakar 2026 dengan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang membantunya mewujudkan mimpi menaklukkan reli paling kejam di planet ini. (ALN)
