Cerita dari Medan: Ketika Fazzio Jadi Kanvas Ekspresi Anak Muda
Portal Kawasan, MEDAN – Di sebuah sudut Atrium Utara Plaza Medan Fair, seorang peserta bernama Zee berdiri di samping skutik Yamaha Fazzio Hybrid miliknya. Matanya berbinar saat para pengunjung menatap motornya yang dipenuhi aksen bertema kucing.
Mulai dari stiker, gantungan, hingga jok custom berwarna pastel. “Ini bukan sekadar motor, ini bagian dari siapa saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Fazzio Modifest 2025 di Medan bukan cuma soal modifikasi. Ini tentang bagaimana generasi muda menuangkan identitas, gaya hidup, bahkan obsesi personal mereka ke dalam dua roda.
Bagi Zee, itu berarti menggabungkan gaya trendy dengan kecintaannya pada kucing. Bagi peserta lain, itu bisa berarti nuansa streetwear, motor bertema anime, sampai skutik bergaya retro-modern.

Kota, Komunitas, dan Kreativitas
Digelar pada 7 Juni lalu, Medan jadi kota keempat dalam rangkaian Fazzio Modifest 2025 setelah Samarinda, Yogyakarta, dan Makassar. Kota ini dikenal dengan semangat komunitas otomotif yang kuat, dan itu terlihat jelas dari antusiasme peserta maupun pengunjung yang datang sejak pagi.
Lebih dari 40 Fazzio Hybrid berjejer di area pameran, terbagi dalam dua kategori: Tipis-Tipis dan Gaya Gue. Tipis-Tipis adalah modifikasi ringan, cukup untuk menambah gaya tapi tetap fungsional. Gaya Gue adalah ekspresi tanpa batas, motor bisa diubah sepenuhnya sesuai selera pemiliknya.
“Medan itu selalu punya gaya sendiri,” ujar Joni Lie, GM Marketing PT Alfa Scorpii. “Anak-anak muda di sini nggak ragu tampil beda. Itu yang kami rayakan lewat acara ini.”

Lebih dari Sekadar Motor
Fazzio Modifest di Medan juga terasa seperti mini festival yang mengangkat budaya populer anak muda. Ada kompetisi billiard, mencerminkan tren nongkrong baru di kalangan Gen Z. Ada juga Fazzio Fashion & Cosplay, di mana para peserta bebas mengekspresikan karakter mereka lewat kostum dan outfit unik—beberapa mengenakan gaya futuristik, lainnya tampil bak karakter anime.
Sore harinya, iring-iringan Fazzio Hybrid berwarna-warni melintasi jalanan kota dalam sesi City Touring. Bukan hanya motornya yang menarik, para pengendaranya pun tampil dengan outfit yang serasi. Di sinilah konsep style meets street benar-benar hidup.
Apresiasi yang Tulus
Bagi Agung, salah satu pengunjung, acara ini memberi ruang untuk bertemu sesama pengguna Fazzio, saling bertukar inspirasi, dan tentu saja: memacu kreativitas.
“Biasanya kalau modif itu urusan bengkel dan motor aja. Tapi di Fazzio Modifest, semuanya jadi lebih luas. Ada fashion, seni, komunitas. Saya merasa bagian dari sesuatu yang besar,” katanya.

Kreativitas yang Dihargai
Berikut adalah para juara Fazzio Modifest Medan 2025:
Kategori Gaya Gue
Juara 1 diraih Bembeng
Juara 2 diraih Ade Permana Putra
Juara 3 diraih Eka Rahma
Kategori Tipis-Tipis
Juara 1 diraih Agung Irwanto
Juara 2 diraih Peri Afera
Juara 3 diraih Dewi Nirwana
Lebih dari Acara, Ini Gerakan
Fazzio Modifest bukan cuma event tahunan. Ini adalah bagian dari movement Yamaha untuk mendorong anak muda mengekspresikan diri lewat kendaraan mereka. Bahwa motor bisa jadi media seni. Bahwa gaya tidak harus dikorbankan demi fungsionalitas. Dan bahwa setiap pengendara punya cerita.
Setelah Medan, Fazzio Modifest akan melanjutkan perjalanannya ke Bandung dan Bali. Tapi cerita seperti milik Zee, tentang cinta, gaya, dan keberanian tampil beda, akan terus hidup dan menginspirasi, bahkan jauh setelah lampu acara padam. (JEK/ALN)
