Alih-Alih Tenang Pakai Mobil Baru, Pemilik BYD Sealion 7 Dihantui Error Berulang
Portal Automotif, SURABAYA – Harapan memiliki mobil listrik baru yang nyaman dan bebas masalah justru berubah menjadi rangkaian keluhan bagi Feline Alberthiene seorang konsumen BYD Sealion 7 di Surabaya. Ironisnya, kendaraan yang baru dibeli pada 28 April 2026 itu disebut sudah tiga kali keluar-masuk bengkel bahkan sebelum genap berusia 10 hari.
Konsumen tersebut mengaku membeli BYD Sealion 7 dengan ekspektasi mendapatkan kendaraan yang aman, nyaman, dan reliabel untuk mobilitas harian. Namun, pengalaman yang diterima justru sebaliknya.
“BYD Sealion 7 saya baru 10 hari sudah masuk bengkel 3x,” tulis Feline dalam keluhan di media sosial yang disampaikan kepada publik.
Masalah pertama muncul pada 1 Mei 2026. Bagasi mobil tiba-tiba tidak bisa dibuka.
Saat dibawa ke dealer, pihak bengkel disebut menyampaikan bahwa kendaraan hanya memerlukan pembaruan perangkat lunak atau software update.
Namun sehari setelah pembaruan dilakukan, persoalan baru justru muncul.
“Setelah update software, malah muncul masalah baru: AC jadi tidak dingin sama sekali,” keluhnya.
Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan ketika mekanik disebut menghabiskan waktu berjam-jam mencari sumber kerusakan tetapi tidak menemukan penyebab pasti. Konsumen itu bahkan mengaku mendapat informasi bahwa sistem kendaraan harus di-reset menggunakan bantuan kode dari pusat BYD di China.
“Yang membuat saya makin khawatir, mekanik sampai berjam-jam mencari penyebab kerusakan tapi tidak menemukan sumber masalahnya. Saya kemudian diberitahu bahwa sistem harus di-reset menggunakan bantuan/kode dari pabrik di China,” katanya.
Setelah proses reset dari pihak pusat dilakukan, AC kendaraan sempat kembali normal pada 3 Mei dan mobil dapat digunakan kembali. Namun ketenangan itu ternyata hanya berlangsung singkat.
Pada 7 Mei 2026, AC kembali mengalami kerusakan. Angin disebut tetap keluar, tetapi tidak lagi menghasilkan udara dingin sehingga kabin kembali terasa panas.
Konsumen kemudian kembali mendatangi dealer BYD Surabaya untuk meminta solusi. Namun alih-alih mendapatkan kepastian, ia mengaku hanya diminta terus menunggu tanpa penjelasan jelas.

“Yang saya alami justru disuruh menunggu terus tanpa kepastian, manager sulit ditemui,” ungkapnya.
Dalam situasi tersebut, ibunda konsumen disebut sempat marah karena tidak ada pihak manajemen yang menemui keluarga mereka. Hingga akhirnya mereka mendatangi kantor Denza dan bertemu dengan seorang manajer regional bernama Yansen.
“Mama saya marah-marah karena tidak ada manager yang menemui dan akhirnya memaksa masuk ke kantor Denza yang saat itu ada Bapak Yansen (ternyata Manager regional) dan dia yang menenangkan mama saya. Solusi yang diberikan hanya di cek,” lanjutnya.
Pihak dealer kemudian meminta waktu hingga 11 Mei untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kendaraan tersebut.
Meski demikian, keresahan terbesar konsumen disebut bukan lagi sekadar soal kerusakan AC. Ia mempertanyakan jaminan kualitas kendaraan yang baru dibeli namun berulang kali mengalami gangguan dalam waktu singkat.
“Kalau nanti setelah diperbaiki rusak lagi bagaimana? Siapa yang menjamin mobil ini benar-benar sudah normal?” tulisnya.
Ia juga mempertanyakan apakah dirinya harus terus bolak-balik bengkel untuk kendaraan baru yang bahkan belum berumur dua pekan.
“Saya membeli mobil baru supaya bisa dipakai dengan tenang, bukan dengan rasa khawatir kapan error berikutnya muncul lagi,” katanya.
Karena itu, konsumen mengaku meminta penggantian unit kendaraan lantaran menilai kondisi tersebut sudah tidak wajar untuk sebuah mobil baru. “Saya jujur meminta penggantian unit karena menurut saya kondisi ini sudah sangat tidak wajar untuk kendaraan baru,” ujarnya.
Ia berharap pihak BYD Indonesia dapat memberikan perhatian serius dan solusi permanen atas persoalan tersebut, bukan sekadar perbaikan sementara. “Saya hanya ingin mendapatkan kendaraan yang layak dipakai dan sesuai kualitas yang dijanjikan saat pembelian,” tutupnya. (ALN)
