Yamaha Ingatkan Risiko Berkendara Saat Puasa, Ini Tips Aman Hadapi Jam Rawan Menjelang Berbuka
Portal Automotif, JAKARTA – Lonjakan aktivitas masyarakat selama Ramadan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi fisik yang menurun akibat menahan lapar dan haus, ditambah kepadatan kendaraan, membuat pengendara sepeda motor dituntut lebih waspada.
Melihat situasi tersebut, Yamaha Riding Academy (YRA) mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi pengendara yang tetap aktif bermobilitas selama bulan suci.
Trainer YRA Indonesia, Muhammad Arief, mengatakan pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuh saat berpuasa.
“Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat,” ujarnya, Selasa (4/3).

Maka dari itu, pengendara sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengatur waktu perjalanan, serta tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara.
Jam Rawan Sore Hari
Ramadan identik dengan peningkatan mobilitas menjelang berbuka puasa. Banyak masyarakat berburu takjil atau pulang kerja dalam waktu bersamaan, sehingga volume kendaraan meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Dalam kondisi tersebut, pengendara yang berpuasa dinilai lebih rentan mengalami penurunan fokus. Karena itu, YRA membagikan sejumlah langkah antisipatif agar mobilitas tetap aman dan nyaman.

Empat Langkah Antisipasi
Pertama, pengendara disarankan memastikan asupan gizi saat sahur. Konsumsi makanan bergizi, cairan yang cukup, serta vitamin dinilai penting untuk menjaga stamina hingga sore hari.
Kedua, pengelolaan waktu perjalanan perlu diperhatikan. Pengendara diminta menghindari kebiasaan terburu-buru, terutama menjelang berbuka. Jika masih berada di jalan saat azan Magrib, pengendara disarankan menepi di tempat aman untuk membatalkan puasa, dengan menyiapkan air minum dan makanan ringan sebelumnya.
Ketiga, menjaga emosi dan konsentrasi saat jam padat. Akselerasi dan pengereman mendadak sebaiknya dihindari guna meminimalkan potensi kecelakaan, serta tetap menjaga etika berkendara di tengah kepadatan lalu lintas.

Keempat, penggunaan perlengkapan berkendara yang memadai seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tetap menjadi kewajiban. Pemilihan riding gear yang nyaman dan tidak panas membantu menjaga energi tubuh selama perjalanan.
Selain faktor pengendara, kondisi sepeda motor juga harus dipastikan dalam keadaan prima. Pemeriksaan rutin sebelum digunakan dinilai penting untuk menjaga performa kendaraan dan mencegah gangguan teknis di tengah perjalanan.
YRA juga mengimbau pengendara mengenali rute perjalanan dan mengantisipasi titik rawan kemacetan dengan memilih jalur alternatif bila memungkinkan.
Dengan kesiapan fisik, manajemen waktu yang baik, serta kendaraan yang terawat, mobilitas selama Ramadan diharapkan tetap berjalan aman meski dalam kondisi berpuasa. (ALN)
