Tak Hanya Premium, ALVA Indonesia Bidik Pasar Lebih Luas dengan Model Terjangkau
Portal Automotif, JAKARTA – Selain berbagi optimisme terhadap industri kendaraan listrik, ALVA Indonesia juga memaparkan strategi ekspansi produknya dalam acara Iftar Gathering Ramadhan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Perusahaan tersebut menyebut telah mencapai salah satu tonggak penting dalam produksi kendaraan listriknya. Pada November tahun lalu, ALVA berhasil menyentuh angka produksi 10.000 unit.
“Sebagian besar dari 10.000 unit tersebut merupakan motor premium ALVA dengan harga di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 juta,” ungkap Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, di Jakarta, Selasa (10/3).
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik premium di Indonesia mulai berkembang.

Namun ALVA tidak hanya fokus pada segmen premium. Perusahaan kini memperluas pilihan produknya agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain model seperti ALVA One XP dan keluarga ALVA Servo, ALVA juga menghadirkan model baru yang diposisikan pada rentang harga sekitar Rp20 jutaan.
Tidak hanya itu, perusahaan turut memperkenalkan skema kepemilikan baterai yang lebih fleksibel.
Melalui program berlangganan baterai, konsumen bahkan bisa mendapatkan motor listrik dengan harga awal di kisaran belasan juta rupiah.
Program tersebut dirancang menyesuaikan pola penggunaan pengguna. Biaya berlangganan baterai dapat berubah sesuai jarak tempuh bulanan sehingga lebih fleksibel dibandingkan sistem biaya tetap.
Selain memperluas pilihan produk, ALVA juga terus memperkuat infrastruktur pengisian daya. Perusahaan menyebut saat ini telah memiliki hampir 200 konektor pengisian daya dan menargetkan jumlah tersebut setidaknya dua kali lipat pada tahun ini.
Dengan jarak tempuh motor yang diklaim mencapai sekitar 140 kilometer, ALVA berharap kendaraan listrik dapat digunakan sebagai moda transportasi utama masyarakat.

Di tengah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak global, perusahaan juga melihat peluang bagi kendaraan listrik untuk semakin diminati. Meski demikian, ALVA menegaskan bahwa pertumbuhan penjualan tidak semata bergantung pada kondisi tersebut.
“Kami berharap, baik ada kenaikan BBM atau tidak, penjualan ALVA bisa terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.
Saat ini tingkat adopsi motor listrik di Indonesia masih berada di kisaran satu persen. Namun ALVA melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar, mencontoh beberapa negara lain yang tingkat adopsinya sudah mencapai dua digit.
Dengan strategi produk yang semakin beragam serta penguatan ekosistem kendaraan listrik, ALVA optimistis pasar motor listrik nasional akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. (ALN)
