BYD dan DENZA: Mobil Listrik Nomor 1, Macet Nomor Dua
Portal Automotif, JAKARTA – Awal tahun 2025 menjadi babak baru bagi BYD Group Indonesia dalam perjalanan mereka menaklukkan jalanan Indonesia—secara harfiah dan metaforis.
Dengan lebih dari 3.400 unit kendaraan listrik terjual dalam dua bulan pertama, BYD Group resmi menyandang gelar merek kendaraan listrik terlaris di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada rekor baru: kemacetan ramah lingkungan!
Meskipun pasar otomotif secara keseluruhan mengalami perlambatan, segmen kendaraan listrik tetap melaju kencang. Ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia kini tak hanya mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan, tetapi juga kesabaran ekstra dalam menghadapi macetnya jalanan dengan kendaraan yang lebih senyap.

“Sekarang kalau macet, minimal enggak ada suara knalpot. Lebih tenang, tapi tetap stres,” ujar seorang pengendara yang terjebak di jalan protokol Jakarta.
Momentum ini juga diperkuat oleh kehadiran BYD dan sub-brand premium mereka, DENZA, di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Lebih dari 2.400 pemesanan kendaraan tercatat dalam acara tersebut, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya bahwa listrik bukan hanya untuk lampu rumah, tapi juga untuk kendaraan yang elegan, futuristik, dan siap menghadapi banjir Jakarta dengan keteguhan hati.
Eagle Zhao, petinggi BYD Indonesia, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang sudah mempercayakan mobilitasnya kepada BYD dan DENZA.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Indonesia. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di jalan, kita bisa bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih hijau—atau minimal, lebih tenang tanpa suara mesin bensin,” kata Zhao, melalui siaran resminya, Selasa (11/3)
BYD juga mencatat tren menarik: penjualan segmen Multi-Purpose Electric Vehicle (MPEV) dan SUV terus meningkat. BYD M6, kendaraan listrik keluarga, semakin populer di kalangan orang tua yang ingin tetap bergaya saat mengantar anak ke sekolah dengan kendaraan tanpa emisi.
Sementara itu, BYD Sealion 7 menghadirkan teknologi mutakhir yang memungkinkan pengemudi merasa futuristik, meskipun masih harus menghadapi realitas parkir yang sempit di mal-mal ibu kota.

Di sisi lain, DENZA D9 hadir sebagai MPV listrik premium bagi mereka yang ingin tampil mewah tanpa harus membeli mobil merek Eropa. Dengan fitur-fitur canggih, DENZA D9 membuat perjalanan harian lebih nyaman—kecuali ketika harus menunggu giliran ngecas di stasiun pengisian daya yang masih terbatas.
Dengan semua pencapaian ini, BYD dan DENZA semakin optimis dalam memperluas akses kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia.
Namun, harapan terbesar tetap ada: semoga jumlah stasiun pengisian daya bisa mengejar jumlah kendaraan yang semakin banyak, agar pengalaman berkendara tetap hijau tanpa harus berakhir menjadi ‘survival mode’ saat baterai hampir habis di tengah kemacetan. (RZK/ALN)
